Postingan

Etika Bermedia Sosial: Sebelum Menekan “Bagikan”, Pastikan Benar dan Bermanfaat

Gambar
  Etika Bermedia Sosial: Sebelum Menekan “Bagikan”, Pastikan Benar dan Bermanfaat.  Media sosial memberi kita sesuatu yang dahulu tidak dimiliki banyak orang: kemampuan untuk berbicara kepada banyak orang hanya dalam hitungan detik. Satu tulisan, foto, video, atau komentar dapat berkeliling dari satu akun ke akun lainnya tanpa mengenal batas ruang. Karena itu, media sosial bukan sekadar tempat untuk berbagi. Ia adalah ruang publik yang membawa konsekuensi sosial. Ketika kita menulis sesuatu, sesungguhnya sedang menampilkan siapa diri kita kepada orang lain.  Manuel Castells, pakar sosiologi dan komunikasi, mendefinisikan komunikasi sebagai “the sharing of meaning through the exchange of information” —berbagi makna melalui pertukaran informasi. Artinya, setiap kali kita berkomunikasi, kita bukan hanya mengirimkan kata-kata. Kita sedang ikut membentuk makna di tengah masyarakat. Apa yang kita tulis, mencerminkan siapa diri kita Karakter seseorang tidak hanya terlihat dar...

Menapaki Panggilan: Pdt. Dr. Waspada Gidyon Sarumaha, S.Th.,M.Th.

Gambar
Menapaki Panggilan Catatan Perjalanan Pdt. Dr. Waspada Gidyon Sarumaha, M.Th. Ada orang yang mengejar gelar untuk mendapatkan pengakuan. Ada pula yang menempuh pendidikan karena merasa terpanggil untuk memperlengkapi diri. Bagi Pdt. Dr. Waspada Gidyon Sarumaha, M.Th., perjalanan akademik dan pelayanan tampaknya berjalan dalam satu tarikan napas: belajar untuk melayani, dan melayani sambil terus belajar. Perjalanan itu tidak dibangun dalam sehari. Ia dimulai dari langkah-langkah sederhana, dari sebuah kerinduan untuk melayani dan membangun kehidupan jemaat di Kota Padangsidimpuan. Salah satu tonggak penting dalam perjalanan tersebut terjadi pada tahun 2005. Bersama Derman P. Nababan, yang kini menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Blitar, Gidyon memulai sebuah Pos Pelayanan GBI di Kota Padangsidimpuan. Saat itu belum ada bayangan bahwa langkah sederhana tersebut kelak menjadi bagian dari perjalanan pelayanan yang panjang. Derman P. Nababan masih mengingat dengan baik masa-masa terseb...

TERBANGLAH RAJAWALIKU (In Memorium Ayahanda dan Ibunda Tercinta).

Gambar
𝗧𝗘𝗥𝗕𝗔𝗡𝗚𝗟𝗔𝗛, 𝗥𝗔𝗝𝗔𝗪𝗔𝗟𝗜𝗞𝗨 (In Memoriam Ayahanda dan Ibunda Tercinta) Ada dua orang yang sepanjang hidup saya tidak pernah benar-benar selesai saya kenang: 𝗔𝘆𝗮𝗵 𝗱𝗮𝗻 𝗜𝗯𝘂. Mereka bukan manusia sempurna. Mereka hanya dua orang sederhana dari sebuah kampung kecil, yang menjalani hidup dengan segala keterbatasannya. Ayah, Pdt. Tumpak Nababan, hanya mengenyam pendidikan sampai kelas VI Sekolah Rakyat. Ia seorang pekerja keras—petani, buruh panen, penggergaji kayu, penarik becak. Namun, perjalanan hidupnya juga pernah jatuh dalam jerat minuman keras dan perjudian. Berkali-kali ia jatuh, pergi, dan membuat Ibu menunggu dalam kecemasan. Saya masih ingat malam-malam ketika Ibu menangis diam-diam. Di depan kami, ia selalu berusaha tegar. Di hadapan Tuhan, barulah air matanya tumpah. Namun kasih Ibu tidak pernah benar-benar menyerah. Dan Tuhan akhirnya mengubah cerita itu. Pada 1992, Ayah datang kepada Tuhan dengan hati yang remuk. Sejak hari itu, hidupnya berubah. Tuak, ...

Kisah Nyata Missionaris David Flood dan Svea di Zaire

  Kisah Nyata Missionaris David Flood dan Svea Dalam kehidupan, setiap manusia tentu pernah mengalami rasa kecewa, entah kepada orang lain atau kepada situasi. Namun, pernahkah Anda kecewa dengan Tuhan? Jika seseorang melihat hidupnya begitu banyak masalah, segala hal yang diupayakan tidak pernah berhasil, dan seakan-akan Tuhan membiarkan atau bahkan menimpakan semua hal itu atas hidupnya, segala situasi buruk yang terlihat ini bisa menimbulkan rasa kecewa kepada Tuhan, lalu orang itu bisa saja akhirnya meninggalkan Tuhan. David Flood, seorang misionaris asal Swedia, pernah mengalami kekecewaan yang mendalam kepada Tuhan dan mengalami hidup yang menjauh dari Tuhan karena kekecewaan itu. David Flood bersama istrinya, Svea, terpanggil untuk memberitakan Injil di Zaire, Afrika. Pada tahun 1921, dua keluarga; David Flood dan Svea serta Joel Erickson dan Bertha; berangkat menuju pedalaman Afrika. David dan Svea membawa serta David Jr, bayi pertama mereka yang berusia dua tahun. Dalam pe...

Kata Terakhir Steve Jobs, Sebelum Ajal Menjemput

Gambar
 Kata Terakhir Steve Jobs Sebelum Ajal Menjemput Dalam dunia bisnis, aku adalah simbol dari kesuksesan, seakan-akan harta dan diriku tidak terpisahkan, karena selain kerja, hobiku tak banyak. Saat ini aku berbaring di rumah sakit, merenungi jalan kehidupanku, kekayaan, nama, dan kedudukan, semuanya itu tidak ada artinya lagi. Malam yang hening, cahaya dan suara mesin di sekitar ranjangku, bagaikan nafasnya maut kematian yang mendekat pada diriku. Sekarang aku mengerti, seseorang asal memiliki harta secukupnya untuk digunakan dirinya saja itu sudah cukup. Mengejar kekayaan tanpa batas itu bagaikan monster yang mengerikan. Tuhan memberi kita organ-organ perasa, agar kita bisa merasakan cinta kasih yang terpendam dalam hati kita yang paling dalam. Tapi bukan kegembiraan yang datang dari kehidupan yang mewah — itu hanya ilusi saja. Harta kekayaan yang aku peroleh saat aku hidup, tak mungkin bisa aku bawa pergi. Yang aku bisa bawa adalah kasih yang murni yang selama ini terpendam dalam ...

Drs. V. Lumbangaol, Sosok Guru Di Atas Garis

Gambar
  Drs. V. LUMBANGAOL, SOSOK GURU DI ATAS GARIS   *Derman P. Nababan SMA Negeri Siborongborong, satu-satunya SMA Negeri di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara kala itu. Sekolah ini berdiri tanggal 6 April 1956 di atas lahan seluas 14.100 meter persegi, beralamat di Jalan Sisingamangaraja No. 153 Siborongborong. Namun, seiring dengan berdirinya SMA Negeri 2 Siborongborong, sejak tahun 2006 sekolah ini berubah nama menjadi SMA Negeri 1 Siborongborong. Selain sekolah berkualitas, juga dikenal sebagai pusat Sanggar Pemantapan Kerja Guru (SPKG) IPA se-Tapanuli. Bertengger guru IPA dan Matematika yang brilian, misalnya bapak M. Siahaan (MS) sebagai Guru Matematika dan Bapak Viktor Lumban Gaol (VL) sebagai guru Fisika. Mereka juga pengajar guru-guru Matematika dan Fisika di SPKG tersebut. Selain itu, ada guru Ilmu Ekonomi yang sangat brilian, Bapak Drs. Binton Nababan. Beliau adalah ayahanda Nikson Nababan, M.Si., Bupati Tapanuli Utara saat ini.  Walau sekolah ini ...

KECERDASAN EMOSI, SUATU KEHARUSAN

Gambar
  KECERDASAN EMOSI, SUATU KEHARUSAN *Derman P. Nababan “Siapa pun bisa marah, itu hal mudah. Tetapi, marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar dan dengan cara yang baik, bukanlah hal mudah” (Aristoteles, The Nicomachean Ethics ).  Secara umum, emosi berkaitan dengan amarah, kesedihan, rasa takut, kenikmatan, cinta dan rasa malu. Oxford English Dictionary mendefenisikan emosi sebagai setiap kegiatan atau pengelolaan pikiran, perasaan, nafsu, setiap keadaan mental yang hebat atau meluap-luap”. Belakangan ini, telinga kita akrab mendengar istilah populer  cabin faver .   “ Cabin fever  adalah istilah untuk mengungkapkan perasaan sedih, sepi, takut, bosan, bingung, dan lesu saat Anda terperangkap atau terkurung di suatu tempat selama beberapa jam atau beberapa hari,” ungkap Kepala Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM, Dr. Diana Setiyawati, sebagaimana dilansir ugm.ac.id 1/7/202...

Terbanglah Rajawaliku, Kisah Inspiratif Seorang Cleaning Service Menjadi Ketua Pengadilan Negeri

Gambar
  Kisah Inspiratif Derman P. Nababan dari Cleaning Service, Menjadi Ketua Pengadilan Negeri S etiap orang pasti memiliki keinginan dan cita-cita. Namun, tidak seorang pun dapat menentukan langkah hidupnya. Ungkapan itu bukan sekadar pelipur lara bagi orang yang memandang jalan hidupnya kurang beruntung. Memang, setiap orang memiliki jalan hidup berbeda. Hal itu adalah ketetapan Tuhan. Oleh karenanya dibutuhkan ketulusan dan keteguhan hati untuk menyusurinya. Dengan keyakinan penuh proses itu merupakan rancangan yang terbaik dari Tuhan.  Walau kadang jalan hidup, sulit dimengerti. Jalan hidup, kami mulai dari sebuah Dusun Lumbantobing tepatnya di lereng bukit “Dolok Imun”. Sebuah perkampungan sunyi, namun berhawa sejuk, Desa Lumban Tongatonga, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara. Jauh, 252 kilometer dari pusat Kota Medan, ke arah Sibolga.  Aneka ragam kicauan burung setidaknya dapat menghilangkan kepenatan. Penat, karena dari hari ke hari hanya bisa men...

Teknik Menyelesaikan Konflik

Gambar
Batanghari, 12/09/2019 Ketua PN Muara Bulian Derman P. Nababan mengatakan konflik bersifat alami, bisa terjadi di antara individu, komunitas, negara dan budaya. Dalam berbagai latar belakang, budaya, kelas, bangsa, umur dan gender. Pertanyaannya, bukan soal apakah konflik itu baik atau buruk, tetapi bagaimana cara menghadapinya. Hal itu disampaikan dalam Rapat Fasilitasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Batanghari, bertempat di Ruang Pola Kecil Kantor Bupati Kab. Batanghari, Kamis, 12/09. Lebih jauh Derman, menyetir pendapat Prof. Dr. H. Takdir Rahmadi, SH.,LL.M. Dikatakan, secara teori bahwa konflik bisa terjadi karena adanya ketidakpercayaan dan rivalitas kelompok dalam masyarakat. Posisi para pihak tidak selaras dan adanya perbedaan kepentingan di antara para pihak.  Suatu kelompok merasa identitasnya teracam oleh pihak lain.  Adanya ketidakcocokan komunikasi karena datang dari budaya yang berbeda. Masalah ketidaksetaraan dan ketidakadilan yang mewuju...